In Desain Grafis

 

 

Saat ini  logo merupakan sebuah keharusan yang dimiliki oleh setiap entitas, karena logo merupakan suatu tanda idenditas dari setiap entitas itu sendiri yang akan mampu membantu membedakan suatu produk atau jasa dari kompetitornya.

Logo digunakan untuk pertama kalinya oleh Senatus Populusque Romanus (S.P.Q.R) yang merupakan senat atau rakyat Roma yang juga menjadi instansi nasional pertama yang menggunakan logo sebagai simbol identitasnya. Logo S.P.Q.R ini diaplikasikan pada beberapa benda milik roma. Contohnya seperti  koin atau monumen-monumen yang dibangun pada saat itu. Penggunaan logo kemudian turut digunakan oleh kerajaan Inggris yang diaplikasikan pada benda serta bangunan milik mereka. Posisi logo pada saat itu tidak hanya sebagai simbol identitas, melainkan juga sebagai eksistensi kerajaan dan untuk menunjukan kepemilikan benda-benda milik Kerajaan.

Perkembangan logo pun semakin semakin mendunia dengan diikuti keberadaan perangkat komputer dan alat cetak (printer). Pada awalnya logo ditulis secara manual. Dengan adanya teknologi komputer dan printer, seperti saat ini, benda-benda kecil pun dapat menjadi media pengaplikasian logo. Bahkan logo yang memiliki bentuk  sangat menarik bahkan memiliki bentuk yang sangat rumit. Tentu itu akan sulit jika tidak menggunakan bantuan komputer.



Sejarah & Perkembangan Logo di Indonesia

Penggunaan logo di Indonesia dimulai dari zaman VOC (1602-1799) perusahaan yang dimiliki pemerintah Belanda yang komoditi usahanya meliputi rempah-rempah, kopi, teh, tembakau, sutra dan porselain Cina dan Jepang. yanng beroprasi di Maluku, Jawa, dan Ceylon. LogoVOC saat itu masih disebut monogram (sekarang istilah monogram masih digunakan dan memiliki nilai komersial sama seperti  logo). Diterapkan pada gedung, pabrik, kapal, bendera, canon, pedang, alat lainnya. Penerbitan, kertas, barang pecah-belah, lemari dan peti kemas.

Dalam dua dekade belakangan ini, seiring perkembangan dan pertumbuhan dunia usaha di Indonesia, citra perusahaan yang positif dan khas makin diperlukan dalam penampilannya. Perusahaan yang bergerak dibidang jasa desain juga tumbuh sejak tahun 1940-an, beriringan dengan tumbuhnya lembaga pendidikan dibidang jasa desain grafis, seperti ITB (Institusi Teknologi Bandung), ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia-Yogyakarta, sekarang Institut Seni Indonesia), Universitas Trisakti-Jakarta dan Institut Kesenian Jakarta. 1980-an peran kreativitas dari desainer grafis banyak terlibat dan berkontribusi dalam hadirnya sebuah identitas visual dari sebuah perusahaan yang khas serta penerapannya secara terencana dan teratur. (Sularko, dkk. 2008: 6,7).

 

Recent Posts

Leave a Comment

WhatsApp chat