In Desain Grafis

Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa sebuah logo memiliki variasi harga, bahkan tidak tanggung-tanggung perbedaan harganya tampak begitu ekstrim, ada logo yang harganya 10 ribuan tapi di sisi lain harganya ada yang mencapai jutaan bahkan miliaran.

Pada postingan kali ini Nawadwipa.co.id akan menjawab pertanyaan yang banyak terlintas di benak orang-orang terutama yang belum memiliki logo dan ingin memiliki logo, yaitu sebuah pertanyaan Mengapa logo ada yang murah dan mahal?

MENGAPA ADA LOGO MURAH?
Mengapa ada logo murah bahkan harganya sepuluhan ribuan dua puluh lima ribuan? Pada prinsipnya mereka tidaklah mencreate logo sedari awal, melainkan mereka sudah memiliki stok vector/gambar yang sudah siap pakai, tinggal diganti nama companynya saja. Jadi upaya yang dilakukan untuk membuatnya bisa dibilang sangat mudah sekali. Kelemahan dari logo semacam ini tentu saja tidaklah unik. Coba perhatian gambar di bawah ini, lihat ada tulisan company nama, nah kenapa bisa murah? Tentu saja karena hanya tinggal mengganti Company Name dengan perusahaan yang memesan dan hal ini terkesan tidak original.



SELANJUTNYA MENGAPA HARGA LOGO MAHAL?
Ada beberapa alasan mengapa sebuah logo memiliki harga yang mahal (bahkan meski menurut orang lain desainnya simpel, biasa aja, dll).

Pertama, ditinjau dari aspek proses pembuatannya. Setidaknya, ada delapan proses pembuatan logo, dan semuanya tidak mungkin dikerjakan hanya selama 1-3 hari (makanya aneh kalo ada yang sanggup bikin logo hanya dalam satu atau dua hari, prosesnya seperti apa?). Ini salah satu faktor mengapa sebuah desain (khususnya logo) bisa menjadi sangat mahal. Prosesnya sangat menyita waktu, dan tentunya menghabiskan banyak energi dan pikiran. Berikut adalah kedelapan proses tersebut:

  1. Desain Brief: Memberikan kuesioner atau melakukan wawancara dengan klien untuk mendapatkan gambaran desain yang diinginkan.
  2. Riset & Penelitian: Melakukan penelitian yang difokuskan pada bisnisnya itu sendiri. Misal, sejarah dan sistem kerja perusahaannya, siapa saja pesaingnya, dan strategi branding apa yang sudah dilakukan oleh para pesaing.
  3. Referensi: Melakukan penelitian soal desain logo yang telah sukses. Mengapa logo-logo tersebut bisa sukses dikenali banyak orang? Mengapa logo-logo tersebut bisa berhasil meningkatkan branding?
  4. Sketsa & Membuat Konsep: Mengembangkan konsep desain logo sesuai apa yang didapatkan dari brief, riset dan referensi.
  5. Refleksi: Mengambil istirahat selama proses desain, mematangkan ide, dan mengubahnya ke format digital.
  6. Presentasi: Menyajikan beberapa konsep logo ke klien.
  7. Revisi Minor (bukan redraw): Melakukan sedikit perbaikan (jika ada).
  8. Finishing.

Adapun jika ditilik dari nilai logonya itu sendiri, setidaknya ada 4 faktor yang akan menjadi pertimbangan:

  • Logo adalah kesan pertama yang dirasakan oleh orang lain terhadap suatu bisnis, karena logo merupakan representasi dari suatu perusahaan. Kesan ini dapat membuat orang-orang menilai perusahaan tersebut sebagai bisnis yang serius dan profesional.
  • Logo membutuhkan umur Panjang (tidak mengikuti trend). Setelah dirancang, logo akan mewakili wajah suatu perusahaan selama bertahun-tahun.
  • Logo harus asli. Sebuah logo harus dirancang khusus. Sebuah “logo generik” tidak akan bisa mencerminkan nilai-nilai suatu perusahaan.
  • Logo harus tampak profesional. Logo yang dibuat asal-asalan dan tidak memerhatikan aspek-aspek komunikasi dan kepantasan akan menyebabkan suatu bisnis dianggap tidak profesional.



KESIMPULAN
Dari keterangan di atas sangat jelas sekali, desain logo yang profesional dicreate sedari awal untuk menghasilkan sebuah produk yang unik sementara desain logo yang “murah” hanya mengandalkan vector yang sudah jadi, sehingga adanya kesamaan dengan perusahaan lain merupakan sesuatu tak bisa dihindarkan.

Butuh Jasa Desain Logo Profesional?

Nawadwipa.co.id merupakan layanan Jasa Desain Logo Profesional Berkelas Internasional Dengan hasil yang memuaskan
Segera hubungi kami untuk pemesanan

Recommended Posts

Leave a Comment

WhatsApp chat